STAI Syekh Jangkung


Berilmu, Beradab, Berbudaya

Sejarah STAI Syekh Jangkung

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Jangkung merupakan nama baru dari Sekolah Tinggi Ilmu Budaya Islam (STIBI) Syekh Jangkung Pati. Perubahan ini sebuah tuntutan menyusul bertambahnya program studi (prodi), yaitu prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini.

Perubahan ini secara resmi tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2021 yang ditandatangani oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Januari 2021. Dengan berubah nama menjadi STAI, perguruan tinggi di Pati selatan ini kemudian sah menyelenggarakan perkuliahan di luar prodi yang spesifik membahas tentang sejarah dan ilmu budaya Islam.

Sebelum berubah menjadi STAI Syekh Jangkung, perguruan tinggi bernama Sekolah Tinggi Ilmu Budaya Islam (STIBI) Syekh Jangkung Pati. Proses kelahirannya tidak bisa dipisahkan dari sosok sederhana namun punya kegigihan luar biasa, yaitu Syaefudin, M.Si. Tokoh masyarakat dari Desa Kayen, Kecamatan Kayen ini awalnya kerja sama dengan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Mambaul Ulum Surakarta (STAIMUS), yang ketika itu bentuk kerja sama seperti ini masih diperbolehkan.

Pada saat itu pembelajaran STAIMUS di Kayen banyak diminati. Tercatat sebanyak 500 mahasiswa menempuh kuliah di Kayen. Menyusul kemudian model pembelajaran seperti ini tidak diperbolehkan oleh pemerintah, sejak itu pula pembelajaran di Kayen dihentikan. Pembelajaran mahasiswa kemudian dipusatkan kembali ke kampus induk di Surakarta.

Kekosongan ini kemudian dilihat sebagai peluang oleh bapak Syaefuddin dan sejumlah tokoh masyarakat di Kayen. Mereka melihat minat masyarakat Pati bagian selatan untuk belajar cukup tinggi, sehingga perlu dibangun sebuah kampus level pergutuan tinggi di kawasan ini. Melalui lembaga Yayasan Al-Irsyad Kayen Pati, upaya ini mencoba diwujudkan.

Banyak kendala yang dihadapi. Prosesnya berliku karena harus memenuhi aneka ketentuan yang disyaratkan oleh pemerintah. Proposal pertama yang diajukan bernama STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) dan proposal ini tidak diterima. Kemudian disusul proposal berikutnya dengan nama STIT (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah) yang juga mengalami nasib yang sama. Tidak putus asa, diajukan lagi proposal dengan nama STIQ (Sekolah Tinggi Ilmu Qur’an) sampai STIABI (Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam) yang hasilnya belum seperti yang diharapkan Yayasan Al Irsyad.

Masih belum putus asa karena didorong ingin ikut mencerdaskan anak bangsa melalui bidang pendidikan, pihak Yayasan Al Irsyad kembali mengajukan izin pendirian perguruan tinggi, kali ini menggunakan nama Sekolah Tinggi Ilmu Budaya Islam (STIBI) Syekh Jangkung Pati. Alhamdulillah proposal ini disetujui Kementerian Agama Republik Indonesia. Izinnya tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Direktorat Pendidikan Islam Nomor 606 2016.

Setelah izin pendirian perguruan tinggi disetujui, langkah berikutnya adalah menyelengarakan proses perkuliahan. Sehubungan tahap awal STIBI belum memiliki gedung yang memadai, proses perkuliahan berlangsung di SMA PGRI Kayen 2 hasil kerja sama Yayasan Al Irsyad dengan salah satu sekolah SMA favorit di Kayen tersebut.

Sambil menempati gedung milik SMA PGRI, pihak Yayasan Al Irsyad terus mewujudkan untuk memiliki sarana dan prasarana sendiri. Pada 2017 atau satu tahun setelah SK terbit, Yayasan Al Irsyad membangun gedung sendiri di sebidang tanah seluas 1.280 M2. Proses pembangunan berjalan lancar sehingga setelah gedung yang dibangun selesai, perkuliahan lalu pindah ke gedung baru yang milik sendiri.

Gedung milik sendiri itu meliputi gedung untuk rektorat untuk ruang kerja ketua dan pembantu ketua, serta gedung untuk perkuliahan sebanyak dua lantai. Di tempat inilah perkuliahan berlangsung. Di tempat ini pula kantor administrasi dan ruang rapat dosen, ruang kerja kaprodi dan LPM, dan LPPM.

Sembari terus mengembangkan fisik, pihak pengelola STIBI dan pihak Yayasan Al Irsyad bahu membahu mengembangkan isinya. Salah satu yang dilakukan adalah menambah program studi.

Informasi Lainnya

Menyambut Tahun Baru Hijriyah KKN STAI SEJATI Bersama Elemen Masyarakat Kajen Gelar Pasar Ambyar

Jumat (29/07/2022) Desa Kajen dihebohkan dengan kehadiran Pasar Ambyar yang digagas oleh seluruh elemen masyarakat Kajen Kec. Margoyoso Kab. Pati.…

Butuh Sinergi Masyarakat dengan Pemerintah

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah menggelar Dialog Kebudayaan Senin (1/8). Acara yang dihibur dengan seni barongan ini…

STAI Syekh Jangkung Dukung Upaya Dinas Himpun Cerita Tradisi Lisan

Ragil Haryo Y Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati menghimpun cerita tradisi lisan melalui guru IPS se Kabupaten Pati. Kegiatan ini…