STAI Syekh Jangkung


Berilmu, Beradab, Berbudaya

IDENTITAS KULINER PATI SELATAN: Menelusuri Sejarah Semur Kutuk Khas Kecamatan Kayen-Pati

Oleh: Nurul Fatimah, S. Hum., M. A,
Kaprodi SKI STAI Syekh Jangkung Pati

Nurul Fatimah, S. Hum., M. A

Kabupaten pati mempunyai beragam kuliner yang dapat dijumpai di setiap daerah. Wilayah Pati selatan yakni Kecamatan Kayen adalah salah satu daerah yang mempunyai kuliner khas. Semur Kutuk merupakan kuliner yang banyak dicari ketika berkunjung ke daerah ini. Kuliner dengan sebutan Semur sudah sangat familiar disetiap daerah di Indonesia. Terdapat beberapa jenis semur diantaranya semur ayam, semur daging, semur jengkol, semur tahu tempe, semur ikan dan lainnya. Munculnya resep masakan semur dengan berbagai varian memiliki sejarah yang sangat Panjang.

Teknik dasar memasak semur di nusantara sudah dikenal sejak abad ke 9 hal ini terlihat pada beberapa relief candi Prambanan dan Borobudur, prasasti dan kakawin yang menceritakan “Ghanan Hadanan Prana Wedus” disediakan sayuran kerbau dan kambing. Saat itu masyarakat sudah mengenal masakan atau olahan daging dengan bermacam rasa bahkan sudah pandai mengkombinasikan dengan berbagai sayuran yang ada.  Disamping itu, masyarakat dizaman itu juga sudah menggunakan berbagai macam rempah-rempah dalam masakan mereka. Fungsi rempah-rempah dalam masakan selain sebagai penambah cita rasa juga berfungsi sebagai pengawet makanan yang diolah. Penggunaan rempah-rempah dalam masakan nusantara merupakan pengaruh bangsa pendatang dari India dan Timur Tengah.

Kontak masyarakat dengan berbagai bangsa lain membawa pengaruh terhadap perkembangan cita rasa masakan nusantara.  Di abad ke 10 nenek moyang bangsa Indonesia sudah menjalin hubungan dengan bangsa China dan memberikan pengaruh yang luas dalam kebudayaan Indonesia, salah satunya adalah penggunaan kecap dalam masakan. Kecap dalam Bahasa China (Ke Ciap) berasal dari sari ikan “Ke” yang sangat terkenal sejak abad ke-6. Kecap yang dibawa oleh bangsa China memiliki rasa yang asin dan cenderung berwarna merah. Sedangkan kecap di Indonesia sudah mengalami evolusi sehingga kecap lebih dikenal dengan rasa yang manis dan berwarna hitam dan identik digunakan dalam menu olahan semur.

Smoor (Bahasa Belanda) yang kemudian familiar dengan sebutan  “Semur” adalah resep masakan yang dikembangkan di dapur Indist ( kaum peranakan Eropa). Resep ini adalah hasil kreasi atau kolaborasi antara Nyai Belanda dengan asisten rumah tangga pribumi di dapur. Semur kemudian diangkat menjadi hidangan dalam jamuan di kalangan tertinggi kelas koloni Belanda. Seiring berjalannya waktu, hidangan semur mulai melekat dalam tradisi kuliner Indonesia dan dihidangkan di berbagai acara. Semur, sebagai salah satu seni kuliner hasil interaksi berbagai suku bangsa di Indonesia, telah diturunkan sebagai identitas secara turun-temurun dalam suatu masyarakat tertentu. Oleh karena itu, Semur merupakan bagian dari identitas budaya kuliner di berbagai daerah di Indonesia. Termasuk di daerah kecamatan Kayen Pati yang terkenal dengan kuliner Khasnya yaitu Semur Kutuk. Menu Semur Kutuk adalah masakan berkuah santan yang dibumbui rempah lengkap dengan potongan ikan kutuk. Semur Kutuk memiliki cita rasa yang gurih, sedikit manis dan juga pedas. Biasanya semur kutuk dihidangkan dengan lontong.  

Sejarah semur kutuk bermula pada tahun 1960an ketika seorang pemilik warung makan di kecamatan Kayen yang bernama Nyi Lempog mengenalkan olahan baru iwak kutuk atau disebut juga ikan Gabus dengan cara dimasak semur kepada para pelanggannya. Tidak disangka kreasi masakan baru tersebut banyak peminatnya sehingga menu semur kutuk tetap dipertahankan dan dijual setiap harinya. Bermula dari warung semur kutuk Nyi Lempog, kini di Kayen sudah ada sekitar 15 warung semur kutuk. Salah satu warung semur kutuk yang legendaris selain warung Nyi Lempok adalah warung semur kutuk Mbah Gini yang berdiri sejak tahun 1984. Letaknya, di Desa Jatiroto Kecamatan Kayen. Pelanggan warung semur kutuk Mbah Gini tidak hanya dari kalangan masyarakat biasa tetapi juga kalangan para pejabat pemerintahan salah satunya Saiful Arifin wakil bupati Pati.  Cita rasa semur kutuk yang gurih membuat para pelanggan selalu ingin menikmani semur kutuk khas kecamatan Kayen. Disamping cita rasa yang guring semur kutuk kaya akan manfaat bagi Kesehatan tubuh.

Ikan kutuk merupakan ikan air tawar yang mudah dijumpai di wilayah kecamatan kayen. Jenis ikan ini memiliki banyak kandungan zat albumin yaitu protein plasma darah yang berguna untuk menjaga cairan dalam darah supaya tidak bocor ke jaringan lain. Protein ini juga mampu  membawa berbagai zat ke seluruh tubuh, diantaranya hormon, vitamin dan enzim.  Zat albumin dalam ikan kutuk juga memiliki manfaat lain seperti membantu pertumbuhan dan pembentukan otot, mempercepat penyembuhan luka pasca-operasi, menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, memperbaiki gangguan gizi buruk dan menjaga Kesehatan sistem pencernaan.

Informasi Lainnya

Menyambut Tahun Baru Hijriyah KKN STAI SEJATI Bersama Elemen Masyarakat Kajen Gelar Pasar Ambyar

Jumat (29/07/2022) Desa Kajen dihebohkan dengan kehadiran Pasar Ambyar yang digagas oleh seluruh elemen masyarakat Kajen Kec. Margoyoso Kab. Pati.…

Coaching Clinic Penyusunan Proposal Skripsi Prodi SKI STAI Syekh Jangkung Pati

Guna meningkatkan kuantitas dan juga kualitas penelitian skripsi mahasiswa, maka prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam melaksanakan kegiatan Coaching Clinic pembuatan…

Sosialisai Kegiatan Pramuka STAI Syekh Jangkung

Sosialisai kegiatan pramuka kepada mahasiswa terkait pemahaman tentang paradigma dan pentingnya pramuka di peguruan tinggi yang disampaikan oleh Yusuf, M.Pd.…

Leave a Comment

thirteen + 9 =