STAI Syekh Jangkung


Berilmu, Beradab, Berbudaya

Pendidikan Anak Usia Dini Bagi ABK Luput Perhatian

Oleh: Naufal Mafazi, S.Psi., M.A. Dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini STAI Syekh Jangkung

Naufal Mafazi, S.Psi., M.A.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Tahun 2017 jumlah ABK di Indonesia sebanyak 1,6 juta orang. Namun, dari data tersebut Kemendikbud meperkirakan hampir 70% ABK tidak memperoleh Pendidikan yang layak. Data tersebut juga termasuk pada anak – anak usia dini yang masuk kriteria ABK. Lalu, sisanya 30% ABK sudah memperoleh Pendidikan yang layak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masih banyaknya ABK yang belum memperoleh Pendidikan yang layak.  

Salah satu yang menjadi penyebab rendahnya jumlah ABK yang memperoleh Pendidikan yang layak disebabkan oleh kurangnya tenaga pengajar khusus untuk ABK. Begitu juga di sektor Pendidikan Anak Usia Dini. Di sisi lain pemerintah mewajibkan TK menerima ABK, namun di lain hal SDM untuk menangani tidak ada atau bahkan belum mumpuni.

Problematika tersebut yang menjadi motivasi sebuah perguruan tinggi di Pati untuk menjawabnya. Hadirnya Program Studi Pendidikan anak usia dini di STAI Syekh Jangkung Pati berupaya untuk membekali mahasiswa PIAUD memiliki skills dan kemampuan untuk menangani ABK. Dukungan Program Studi PIAUD tidak isapan jempol saja, melainkan adanya dukungan untuk menghadirkan dosen – dosen yang memiliki pengalaman dan konsentrasi di bidang Psikologi Perkembangan ABK diwujudkan dengan hadirnya Dosen Psikologi Naufal Mafazi, S.Psi., M.A.

Kegiatan microteaching prodi PIAUD STAI Syekh Jangkung

Tak hanya itu dalam hal kurikulum, terdapat mata kuliah khususnya tentang ABK, yaitu, Modifikasi Perilaku, Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, Psikologi Perkembangan, Bimbingan Konseling, Microteaching. Mata kuliah ini berfokus pada teori, konsep, pengenalan secara mendalam dan praktik menangani ABK. Harapannya, Lulusan dari Prodi PIAUD di STAI Syekh Jangkung dapat menjadi jawaban atas problematika kurangnya tenaga pengajar untuk ABK khususnya anak – anak usia dini. Sehingga mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi mengajar di bidang PIAUD namun, juga menjadi guru yang bisa mengajar dan terapis untuk ABK di kelompok PAUD.

Informasi Lainnya

Menyambut Tahun Baru Hijriyah KKN STAI SEJATI Bersama Elemen Masyarakat Kajen Gelar Pasar Ambyar

Jumat (29/07/2022) Desa Kajen dihebohkan dengan kehadiran Pasar Ambyar yang digagas oleh seluruh elemen masyarakat Kajen Kec. Margoyoso Kab. Pati.…

Butuh Sinergi Masyarakat dengan Pemerintah

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah menggelar Dialog Kebudayaan Senin (1/8). Acara yang dihibur dengan seni barongan ini…

STAI Syekh Jangkung Dukung Upaya Dinas Himpun Cerita Tradisi Lisan

Ragil Haryo Y Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati menghimpun cerita tradisi lisan melalui guru IPS se Kabupaten Pati. Kegiatan ini…

Leave a Comment

five − 5 =